Logo

Kementerian Agama

Kutai Kartanegara

Kemenag Kukar Gelar FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan

29 July 2025 | Administrator | 52 views
Kemenag Kukar Gelar FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Keagamaan
Kukar (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Seksi Bimas Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Kamis (24/07), bertempat di Aula Kantor Kemenag Kukar.

Kegiatan ini diikuti oleh para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh Agama Islam, perwakilan organisasi keagamaan Islam, serta perwakilan dari Radio Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (RPK).

Kepala Kantor Kemenag Kukar, Drs. H. Nasrun, dalam sambutannya saat membuka acara, menyampaikan pentingnya memperkuat kerukunan antar umat beragama, khususnya di internal umat Islam, ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap peserta diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik keagamaan yang mungkin muncul di lingkungan masing-masing.

“Setiap tokoh agama harus memiliki pengetahuan yang memadai terkait penguatan moderasi beragama, serta mampu menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati antar umat beragama. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil di masyarakat, sekaligus memetakan potensi konflik yang ada," harap Nasrun.

Nasrun juga menambahkan bahwa hasil diskusi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan langkah-langkah strategis di masa mendatang, terutama dalam upaya pencegahan dini konflik sosial berbasis keagamaan di wilayah Kutai Kartanegara.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Fairuz Khalil, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Dirjen Bimas Islam. Tujuannya adalah untuk memetakan wilayah yang memiliki potensi konflik keagamaan serta mengukur tingkat kerukunan masyarakat di daerah tersebut.

“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan informasi terkait jenis-jenis konflik keagamaan yang pernah terjadi, penyebabnya, serta kategorisasi konflik tersebut,” terang Fairuz.

Fairuz berharap para peserta dapat berperan aktif dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama, khususnya dalam lingkungan umat Islam di Kabupaten Kutai Kartanegara, pungkasnya.(sis)