Logo

Kementerian Agama

Kutai Kartanegara

Perhitungan Arah Kiblat di Musala Baitul Ilmi dan Lapangan MTsN 3 Kukar

29 July 2025 | Administrator | 18 views
Perhitungan Arah Kiblat di Musala Baitul Ilmi dan Lapangan MTsN 3 Kukar
Kukar (Madrasah) – MTs Negeri 3 Kutai Kartanegara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas ibadah peserta didik dan warga madrasah dengan melaksanakan kegiatan perhitungan arah kiblat di Musala Baitul Ilmi dan di lapangan madrasah, pada Jum’at (25/07/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memastikan kesesuaian arah kiblat dalam pelaksanaan salat berjamaah, baik di musala maupun pada kegiatan keagamaan yang sering dilaksanakan di lapangan madrasah. Perhitungan dilakukan dengan metode istikmal (bayangan matahari) serta menggunakan bantuan aplikasi dan alat bantu kompas digital untuk akurasi lebih tinggi.

Kegiatan ini dipandu oleh guru Pendidikan Agama Islam bersama tim dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Kartanegara, serta disaksikan oleh kepala madrasah, para guru, dan perwakilan siswa. Proses penentuan arah kiblat ini diawali dengan pengukuran bayangan matahari pada waktu kulminasi, yang merupakan waktu matahari tepat berada di atas Ka'bah, sesuai data dari BMKG dan Kementerian Agama.

Kepala MTsN 3 Kutai Kartanegara, Rudiani, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan madrasah. “Dengan arah kiblat yang tepat, kita berharap ibadah salat yang dilaksanakan di musala dan lapangan madrasah semakin sah dan sempurna. Ini juga menjadi pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya akurasi dalam ibadah,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengukuran ulang, diketahui bahwa arah kiblat di Musala Baitul Ilmi telah sesuai, sedangkan arah kiblat di lapangan mengalami sedikit penyimpangan dan langsung dilakukan penyesuaian. Garis arah kiblat di lapangan pun ditandai secara permanen untuk digunakan pada kegiatan salat berjamaah seperti Salat Dhuha dan Salat Istisqa.

Dengan adanya kegiatan ini, MTsN 3 Kutai Kartanegara berharap dapat menjadi contoh madrasah yang tidak hanya mengedepankan aspek akademik, tetapi juga spiritual dan praktik ibadah yang benar sesuai tuntunan syariat.(ar)